Facebook jadi Tuhan barumasyarakat modern

Diakui atau tidak, jejaring sosial
populer bernama Facebook kini
telah menjadi kebutuhan hampir
keseluruhan masyarakat dunia.
Lantas, pernahkah Anda berpikir
bahwa Facebook telah mengubah bahkan membuat Anda
ketergantungan dengan
Facebook? Jika diperhatikan,
pengguna Facebook di Indonesia
mengalami sebuah pergeseran
makna pemakaian jejaring sosial pada dasarnya. Secara sadar
atau tidak, Anda dapat melihat
status seorang teman yang
‘seakan berdoa’ pada Facebook.
Berdasarkan sebuah buku karya
Nurudin berjudul ‘Tuhan Baru Masyarakat di Era Digital’,
banyak pengguna Facebook saat
ini memanjatkan doa atau
mengeluh melalui status, seperti
“Semoga semua berjalan dengan
baik”, “Ya Allah, mudahkanlah jalanku ini”, “Mohon ampunanMu,
aku masih berniat memperbaiki
semua, bantu aku menjalani
semua proses ini ya Allah”, atau
“Ya Allah, kenapa dia
meninggalkan aku? Apa salahku?” dan sebagainya. Seharusnya,
memanjatkan doa bukanlah pada
Facebook atau jejaring sosial
lainnya. Facebook bukanlah
Tuhan yang dapat mengabulkan
semua permintaan. Apakah Tuhan dapat melihat apa yang ditulis di
Facebook? Apakah Tuhan memiliki
Facebook sehingga dapat
mengomentari status tentang
permohonan tersebut? Mereka
tidak lagi berdoa pada Tuhan, namun melalui Facebook.
Bukankah seharusnya berdoa
kepada Tuhan hanya urusan
dengan diri sendiri dengan Yang
Maha Kuasa? Mengapa harus
diketahui orang lain? Bisa jadi maksud dari status tersebut
hanya untuk mendapatkan
simpati atau sekadar ‘amin’ dari
pengguna lain. Meski tidak semua
pengguna Facebook melakukan
hal ini, namun kebanyakan dari mereka pernah, atau setidaknya
sekali melakukannya. Akan tetapi
paradigma ini bukanlah mutlak
apa yang terjadi pada setiap
individu, namun apa yang menjadi
tulisan di status berbau permohonan tersebut ‘seakan’
menuhankan Facebook. Terlepas
dari itu semua, status Facebook
bukanlah semata-mata menjadi
tempat untuk berdoa bagi
semua orang, artinya hanya sebagian dari pengguna
Facebook yang melakukan hal
tersebut. Semua kembali pada
diri masing-masing, bagaimana
setiap individu berlaku bijak
dalam menilai maksud dari sebuah status pada Facebook

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s